Dugaan Kasus Korupsi dan Pencucian Uang PM Pakistan Berkat ‘Font’ Microsoft Word?

0
392
Maryam Sharif, putri PM Pakistan Nawaz Sharif. | AFP

Rubrikmedia.com, Internasional – Tim gabungan investigasi menjadikan kesalahan pemakaian font sebagai pintu masuk penyelidikan dugaan korupsi dan pencucian uang PM Sharif dan keluarganya.

Kekuasaan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif bisa jadi runtuh hanya gara-gara kesalahan konyol, yakni pemakaian jenis huruf atau font “Calibri” dalam aplikasi Microsoft Word Office.

Seperti dilansir Al jazeera, Kamis (13/7/2017), bermula ketika tim investigasi gabungan menelisik dugaan pencucian uang PM Nawaz Sharif dan keluarganya berdasarkan bocoran dokumen “Panama Papers”.

Merujuk pada dokumen itu, PM Sharif dan keluarganya melakukan pencucian uang dengan cara menyimpan dan membeli aset-aset mewah di luar negeri.

Salah satu aset itu adalah apartemen mewah Avenfield House di London, Inggris, yang disebutkan dibeli oleh putri sang PM, yakni Maryam Nawaz. Dalam dokumen yang diserahkan Maryam, tertulis keterangan bahwa surat keterangan penyewa itu dibuat tahun 2006.

Tapi, penyidik justru menemukan kejanggalan dalam dokumen tersebut. Pasalnya, jenis huruf yang dipakai adalah “Calibri”. Padahal, jenis huruf tersebut baru ada dalam pilihan font Microsoft Word setahun setelahnya, yakni 2007.

Karenanya, penyelidik menduga dokumen Maryam itu palsu untuk melindungi aset-aset yang dibelinya memakai uang hasil korupsi. (*)

Suara.com

LEAVE A REPLY