DKV ITERA Tajamkan Kurikulum Sambut Mahasiswa Baru

0
1304

SUMATERA – Program Study Desain Komunikasi Visual (DKV ITERA) memantapkan konten mempertajam kurikulum guna menempuh masa tahun pembelajaran 2019/2020.

Penajaman kurikulum salah satunya dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 20-21 Mei 2019 di tingkat Internal civitas akademika DKV ITERA.

FGD yang mengambil tema ‘CORAK DKV ITERA: Peluang & Tantangan‘ Meminta sumbang pendapat dari para pakar desain komunikasi visual yang ada di Indonesia.

Pakar DKV tersebut di antaranya, M Arief Budiman (Praktisi, Ketua P3i Jogja), Hastyano Boedi Wibowo (Ketua Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia) dan Agung Eko Budi Waspada (Akademisi FSRD DKV ITB).

Ketiga narasumber diminta memberikan sumbang pikiran tentang hilirisi DKV di Sumatera. Keterhubungan DKV ITERA dengan asosiasi dan sertifikasi serta menajamkan kurikulum DKV ITERA yang akan start pada tahun ajaran depan. Dari sumbang pendapat maka akan tampak corak DKV ITERA akan focus ke wilayah mana.

M. Arief Budiman yang tampil pertama, mengulas peluang dan tantangan DKV ITERA dalam menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan jiwa zaman.

Arief yang Juga Direktur Petakumpet Creativlab Jogja, mengajak civitas akademika Itera untuk menggarap sektor kreatifitas di kalangan anak-anak muda milenilal melalui pemantapan mata kuliah yang berkenaan dengan enterpreneurship.

Menurutnya. Kecenderungan sekarang Itu banyak lulusan DKV, tapi industri DKV nya tlidak tumbuh, bahkan tidak ada di daerah untuk mengatasi persoalan ini. Yang dibentuk mestinya mahasiswanya untuk menumbuhkan industi tersebut dengan jalan menjadi seorang creativepreneur.

“Mata kuliah yang dulu dengan yang sekarang harus dirubah. harus sesuai dengan dunia terkini dunia digital. Termasuk penamaan matakuliah juga disesuaikan dengan kebutuhannya,” tukas Koordinator Indonesia Creative Cities Conference (ICCN).

Sedangkan Hastjarjo Boedi Wibowo. M.Sn selaku Ketua Umum Asosiasi Desain Komunikasi Visual Indonesia atau Aidia. ‘menantang‘ para civitas akademika DKV ITERA untuk terlibat dalam asosiasi tetapi keterlibatan itu mesti tumbuh dari bawah bukan dan atas.

“Ada keinginan bahwa kita membutuhkan asosiasi atau perkumpulan untuk menjadi lebih besar dan maju,” kata dosen DKV Binus ini.

Menurutnya. Melalui asosiasi akan banyak pengetahuan yang diperoleh tentang DKV karena anggotanya dari berbagai kampus dan profesional dalam bidang DKV. Jelas akan beragam corak dan sudut pandang pemikiran yang akan kita dapat‘
memahaml kebutuhan anak muda milenial. Menurutnya jangan membayangkan masa Ialu tapi persiapkan kita/mereka ke masa depan.

Foto Rubrik Media: Acara Forum Group Discussion (FGD) ITERA yang digelar serius namun tetap santai. Untuk mematangkan kurikulum Desain Komunikasi Visual (DKV).
Foto Rubrik Media: Acara Forum Group Discussion (FGD) ITERA yang digelar serius namun tetap santai. Untuk mematangkan kurikulum Desain Komunikasi Visual (DKV).

Sementara Dr. Agung Eko Budiwaspada. menyarankan DKV ITERA mengelompoknya mata kuliah berdasarkan kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lalnnya.

“Misalkan kompetensi utama mengelompokan matakuliah penciri dari DKV ITERA, kompetensi pendukung berisi mata kuliah yang menjadi ciri khas kampus ITERA serta kompetensi pendukung yang terdiri dari mata kullah yang ada berdasarkan keadaan serta kebutuhan di lingkungan ITERA.

Agung juga memotivasi DKV ITERA yang sekarang digawangi para dosen-dosen muda tentu akan sangat mudah masuk dan berbaur dengan para mahasiswa yang konon dari memahami kebutuhan anak muda milenial. “Jangan bayangkan klta dl masa Ialu tapi persiapkan kita/mereka ke masa depan.

Sementara Dr. Agung Eko Budiwaspada. menyarankan DKV ITERA mengelompoknya mata kuliah berdasarkan kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya.

Misalkan komptensi utama mengelompokan matakuliah penciri dari DKV ITERA, kompetensi pendukung terdiri mata kullah yang menjadi ciri khas kampus ITERA serta kompetensi pendukung yang terdiri dari mata kuliah yang ada berdasarkan keadaan serta kebutuhan di lingkungan ITERA.

Agung juga memotivasi DKV ITERA yang sekarang digawangi para dosen-dosen muda yang menurutnya, tentu akan sangat mudah masuk dan berbaur dengan para mahasiswa yang konon dari generasi milenial yang jarak usia tidak terlalu jauh.

“Disamping latar belakang pendidikan para dosen yang beragam mulai dan ITB, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, Ummed Medan dan Unpad. Tentu akan sangat beragam dan berwarna dalam kelas-kelas diskusi. corak itu. Salah satunya tumbuh dan sini.

Hadir dalam FGD selama dua hari tersebut Ketua dan Sekretaris Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjamin Mutu (LP3) ITERA. Dr Eng Ratna Widyawati. ST.MT dan Fatikul Arif, PhD, Ketua Jurusan Teknologi, Infrastruktur dan Kewilayahan ITERA Dr Rahayu Sulistyorini.ST.,MT. Sekretaris Lembaga Tahap Persuapan Bersama (LTPB) ITERA Satriyo Panalaran, S Kel.,M.Eng, perwakilan program study Arsitektur dan Arsitektur Landscape serta para dosen DKV. (dkv/ysf)

LEAVE A REPLY