Dinilai Sempit, Walikota Metro Tolak Permohonan Pengembang Pasar Tambah Jumlah Toko

0
601
Pemkot Metro
Wlikota Metro Pairin dan Wakil walikota Djohan

RUBRIK, METRO – Wali Kota Metro Achmad Pairin menolak permohonan pengembang pasar basah untuk menambah jumlah toko yang akan dibangun. Untuk diketahui, pasar basah yang terletak di terminal kota memiliki kapasitas 120 hamparan dan 22 toko.

“Pengembang pasar basah mengirimkan permohonan untuk penambahan toko yang akan dibangun. Pengembang sendiri meminta penambahan toko menjadi 44 toko dari yang sebelumnya berjumlah 22 toko. Sayangnya permintaan tersebut tidak bisa dikabulkan karena luasan toko yang sebelumnya 3×4 meter persegi akan dibagi menjadi dua untuk menambah toko yang diminta pengembang,” ujar Wali Kota Metro Achmad Pairin, Kamis (6/4/2017).

Pairin mengatakan, dengan luasan toko yang sangat kecil tentunya akan membuat pedagang dan konsumen yang bertransaksi tidak akan nyaman.

“Bisa dibayangkan dengan luas toko yang kecil tentunya tidak akan membuat nyaman pembeli dan pedagang karena ruangan toko telah dipenuhi dengan barang dagangan. Ditambah lagi dengan durasi 30 tahun MoU dengan pengembang dalam pengelolaannya. Sehingga, jika diizinkan dilakukan penambahan toko tentunya yang dirugikan adalah pedagang dan pembeli yang akan bertransaksi,” jelas Pairin.

Sementara itu, Plt Kadis Perdagangan dan Pasar Pansuri membenarkan bahwa luasan toko memang sangat kecil dan kawasan yang akan dibangun tidak memadai untuk dilakukan penambahan.

“Dalam MoU dengan pengambang dikawasan terminal kota akan dibangun tujuh ruko yang menghadap Jalan Imam Bonjol dan dibangun Pasar Basah dengan jumlah toko sebanyak 22 dan 120 hamparan. Dengan jumlah itu, kami berharap tempat berjualan bagi para pedagang kapasitasnya mencukupi. Terlebih data yang ada pedagang yang ditempatkan di TPS Jalan Agus Salim hanya 88 pedagang,” ujarnya.

Pansuri juga mengatakan, memang setiap penataan terkadang jumlah pedagang akan meningkat. Karenanya, dengan data yang dimiliki tersebutlah penataan bisa tepat sasaran.

“Setiap ditata, yang tadinya pedagang berjumlah 88 pedagang bisa meningkat menjadi 100 pedagang. Karenanya, yang diprioritaskan dalam mendapatkan tempat yaitu pedagang yang memang telah terdata,” paparnya.

Pansuri juga mengatakan, untuk pasar basah memang ditarget sebelum memasuki bulan puasa telah dapat ditempati oleh pedagang.

“Pengembang berjanji di depan wali kota bahwa pedagang yang ditempatkan di TPS seputaran aliran irigasi akan dipindahkan kembali ke pasar basah setelah dua bulan berdagang di TPS yang baru. Karenanya, kami terus mengawasi pembangunan tersebut termasuk masalah IPAL dari pasar basah ini,” tandasnya.(Ars)

LEAVE A REPLY