Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp 635 Juta, Kejari Tahan Mantan Pegawai BPR

0
759
Evakuasi tersangka penggelapan uang BPR Rajasa oleh Kejaksaan Negeri Gunung Sugih.

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsugih menahan mantan pegawai BPR Rajasa, Ade Anggraeni, Selasa (3/1/2017). Warga Kelurahan Purworejo, Kecamatan Kotagajah ini diduga melakukan penggelapan uang nasabah sebesar Rp 635 juta.

Kajari Lampung Tengah Nina Kartini mengatakan, penahanan tersangka ini untuk mempermudah proses penyidikan lebih lanjut. “Ini masih tahap penyidikan. Untuk sementara kita tahan selama 20 hari di Lapas Wanita Metro sembari melengkapi alat bukti lain, keterangan saksi, dan lainnya,” ungkap Nina.

Penangkapan Ade Anggraeni setelah pihak Kejari mendapatkan laporan direksi BPR Rajasa, jika salah satu mantan karyawannya diduga melakukan penggelapan. Dari laporan yang masuk, kejari kemudian melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan.

“Pemeriksaan tersangka setelah kita datangkan juga saksi mantan Kabag Pembiayaan 2014 (BPR Rajasa). Setelah lebih dari dua jam kita lakukan pemeriksaan, maka yang bersangkutan langsung kita giring ke Lapas wanita Metro,” terang Kasipidsus Tedy Nopriandi mendampingi Kajari Nina Kartini.

Tedy Nopriandi menambahkan, penggelapan yang dilakukan Ade merupakan dana yang berasal dari nasabah BPR Rajasa periode 2012-2014. Modusnya, angsuran nasabah saat itu ia terima namun penggunaannya masuk ke kantong pribadi.

Tersangka Ade sendiri, lanjut Kasipidsus, sebenarnya telah mengembalikan dana tunai yang digelapkannya sebesar Rp 200 juta dan Rp 187 juta berbentuk barang, seperti motor dan rumah.  Sementara itu, sisa uang yang belum dikembalikan sebesar Rp 253 juta.

“Dengan adanya itikad baik tersebut itu bisa menjadi pertimbangan kita, karena utama tindakan kejaksaan bagaimana mengembalikan uang negara. Namun bagaimanapun proses hukum tetap berlanjut,” imbuhnya.

Proses selanjutnya, Ade akan ditahan hingga 20 hari kedepan hingga proses kelengkapan pemberkasan sehingga perkara itu bisa dilakukan persidangan.

Pada kesempatan itu, Kasipidsus memastikan melakukan pengembangan perkara terkait adanya pelaku lain, atau karyawan lainnya di BPR Rajasa yang menggelapkan dana nasabah dengan modus tak jauh berbeda seperti yang dilakukan Ade Anggraeni.(*)

 

LEAVE A REPLY