Dewan Riset Daerah Mulai Kaji Inovasi Pertanian hingga Smart Netizens di Lamteng

0
481
Litbang Lampung Tengah

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Setelah dikukuhkannya Dewan Riset Daerah (DRD) Lamt Tengah oleh Bupati Lampung Tengah Mustafa beberapa waktu lalu, para anggota DRD Lampung Tengah mulai sibuk melakukan serta kajian inovasi yang akan diterapkan demi kemajuan Lampung Tengah.

Menurut Sekretaris Dewan Riset Daerah Lampung Tengah Agus M Septian, ada beberapa inovasi yang mulai diterapkan di Lampung Tengah.

“Ada beberapa kajian yang sedang dilakukan untuk diterapkan di Lampung Tengah di antaranya, riset  kajian rumah seni, percepatan desa mandiri, inovasi pertanian dalam rangka menghadapi inflasi daerah, kajian model ronda, kajian peran serta orangtua dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, dan kajian smart netizen,” ungkap Agus.

Agus mengatakan, inovasi di bidang pertanian saat ini memang sangat diperlukan demi membantu petani dan juga untuk menjaga inflasi di daerah.

“Kita tahu bahwa Lampung Tengah adalah daerah penghasil singkong terbesar di Lampung dan produk unggulan kita adalah singkong, jika harganya turun maka mempengaruhi inflasi di daerah dan akan mempengaruhi cadangan keuangan daerah. Untuk itulah kita bekerja sama dengan BPPT Technopark Untuk membuat inovasi dari singkong seperti Beras Sigerku, Beras Tiwulku, Tepung Fantasi, Beras Jagung, yang semua bahan bakunya ada di lampung Tengah. Jika sudah melalui inovasi harga jualnya pun cukup tinggi dibandingkan dengan harga singkong sekarang ini,” terangnya.

Sedang dalam inovasi di bidang ronda menurut sekretaris DRD yang juga menjabat kabid Balitbang Daerah Lampung Tengah ini, ronda bukan hanya sekadar pengamanan lingkungan semata tetapi harus disertai dengan pelayanan publik.

“Ronda tidak hanya menjadi kegiatan pengamanan semata, tapi harus disertai sistem pelayanan langsung kepada masyarakat. Contohnya tentang data kependudukan dengan melakukan perekaman e-KTP di sekolah ataupun bagi masyarakat umum, pembuatan akta kelahiran, buku nikah bagi yang belum memilikinya,” jelasnya.

Kegiatan ronda juga, kata dia, bisa disertai pelayanan di bidang pertanian. Dinas pertanian harus mengadakan edukasi penanganan hama jika ada hama tapi jika tidak ada dapat melakukan edukasi pertanian biasa. Dan pada bidang pendidikan dapat menghadirkan perpustakaan keliling bagi masyarakat dan sekolah yang minim literasi/buku.

Dewan Riset Daerah yang bekerja sama dengan  Balitbangda Lampung Tengah akan mengadakan lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) kabupaten Lampung Tengah dengan tema berinovasi Untuk Lampung Tengah Yang Berkemajuan pada Oktober 2017 mendatang.(ddy)

LEAVE A REPLY