Demi Dapat Asuransi, Pedagang Cabai di Medan Nekat Tebas 4 Jarinya

0
1243
pedagang cabai nekat potong jarinya, demi dapat asurani pedagang cabai buat laporan palsu, pedagang cabai terlilit hutang, Pasar MMTC Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara
Erdina Boru Sihombing berada di Kapolda Sumatera Utara untuk dimintai keterangan atas laporan palsu yang ia buat, Juamt (15/5) / sumber: medan.tribunnews.com

RUBRIK, MEDAN – Erdina Boru Sihombing (54), wanita asal Medan, Sumatera Utara mengaku kehilangan empat jarinya lantaran menjadi korban begal.

Namun menurut keterangan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan bahwa pengakuan Erdina yang berprofesi sebagai pedagang cabai di Pasar MMTC, Jalan Pancing, Medan Estate, Sumatera itu ternyata tidak pernah terjadi alias hanya rekayasa yang dibuat oleh Ernida.

“Dari hasil investigasi diketahui peristiwa tersebut tidak pernah terjadi,” kata Martuani, Jumat (15/5)

Melansir Suara.com, Martuani mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan Erdina kala itu, pihaknya bekerja keras dengan mengumpulkan semua alat bukti dan keterangan dari Erdina. Semua perangkat IT serta rekaman kamera CCTV ternyata tidak membuktikan adanya peristiwa pembegalan sesuai pengakuan Erdina.

Atas penyelidikan tersebut, Martuani menyatakan bahwa pengakuan Erdina hanyalah rekayasa. Kepolisian pun telah menetapkan Erdiana sebagai tersangka karena telah membuat laporan palsu.

“Peristiwa tersebut hanya rekayasa dari Ernida sendiri. Hari ini kita secara resmi menetapkan Ernda menjadi tersangka,” ujarnya.

Martuani menambahkan bahwa Ernida diketahui terlilit hutang, maka ia nekat memotong jarinya sendiri kemudian mengaku telah menjadi korban begal agar mendapat asuransi dan rasa iba dari si pemberi hutang.

“Jadi tersangka ini terlilit utang. Ia menebas jarinya agar mendapat asuransi dan para pemberi utang merasa iba,” jelasnya.

Menurut informasi, tersangka melakukan aksinya dalam keadaan sadar. Setelah menebas jarinya hingga putus, ia lalu memasukkannya ke dalam kantong plastic.

“Ia lalu membuangnya ke parit. Hingga saat ini petugas kami masih melakukan penyelidikan. Karena anggota tubuh tersebut harus dikuburkan. Tersangka menebas jarinya dengan menggunakan pisau daging,” tambah Martuani.

Karena perbuatannya, tersangka terjerat Pasal 242 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Saat ini, tersangka juga sudah dilakukan penahanan. (dw/us)

LEAVE A REPLY