Cerita Gus Miftah Yang Sudah Belasan Tahun Berdakwah Di Klub Malam

0
121
Portal Berita Lampung, Berita Online Lampung, Media Indonesia
Miftah Habiburrahman atau Gus Miftah yang lakukan aktivitas dakwah di klub malam:Sumber : ngopibareng.id

RUBRIK,JOGJAKARTA – Miftah Habiburrahaman, ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Tundan, Puwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta menjadi terkenal setelah videonya yang sedang berdakwah di klub malam tersebar. Pria yang biasa di panggil Gus Miftah itu mengaku bahwa sudah lama ia berdakwah dintempat yang tidak lazim, seperti di Pasar Kembang (Sarkem) dan Boshe di Yogyakarta dan Bali. Pasar Kembang adalah salah satu kawasan di Yogyakarta yang dikenal sebagai tempat lokalisasi.

“Di Sarkem saya 14 tahun, saya sempat off, aktif lagi empat tahun lalu, di Boshe Jogja 13 tahun dan di Boshe Bali 8 tahun, itu sudah cukup lama,” ungkap Gus Miftah yang enggan namanya ditulis sebagai kiai.

Melansir Suara.com, ia mendadak viral setelah sebuah video yang menunjukkan ia sedang mengajak sejumlah perempuan seksi berselawat di tempat tak lazim yakni klub malam yang berlokasikan di Boshe VIP Bali. Video tersebut pun memantik perdebatan netizen.

Menurut Gus Miftah, kedatangannya ke Boshe VIP Bali hanya untuk menghindari kegiatan Ulangtahun Boshe VIP yang ke -8. Pada acara tersebut, Gus Miftah juga membenaekan bahwa ia sempat berdakwah mengajak para ladies club (LC) untuk berselawat.

“Itu kan kemaren momentum anniversary Boshe VIP Bali ke-8, saya tiap tahun di sana atau di waktu saya ke Bali saya ngaji di sana,” ujar Gus Miftah saat dikonfirmasi di sela-sela mengisi pengajian rutin di Balai RW 03, Sarkem, Yogyakarta, Selasa (11/9/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum mengajak bersolawat dan dilanjut dengan takbir Gus Miftah akan meminta izin terlebih dahulu kepada oihak manajemen hal itu ia lakukan lantaran oa menyadari bahwa tidak semua pengunjung klub beragama islam, namun ada juga yang beragama Nasrani, Hindu dan agama lainnya.

“Saya mendapatkan izin di manajemen sebelum selawatan dan bertakbiran, saya izin boleh gak? karena yang datang bukan semua muslim, diperbolehkan. Nah ternyata teman dari Nasrani senang, banyak yang nangis saat berselawat,” kata Gus Miftah

Ia sendiri mengaku bahwa ia tidak bernjat untuk menjadi populer dengan aktiviras dirinya yang berdakwah di tempat tidak lazim tersebut. Bahkan ia juga tidak punya alasan kenala ia melakukan aksu dakwah di klub malam dan mengajak para perempuan seksi pengunjung klub untuk berselawat. Ia hanya mengatakan bahwa menurutnya tidak ada larangan tempat ataupun lokasi untuk berdakwah termasuk di temoat tidak lazim klub malam contohnya.
“Saya ngaji di sana hampir setengah jam, itu biasa saya lakukan. Cuma saya gak tahu jadi viral, saya gak paham. Kita gak ada niat supaya viral supaya dilihat orang,” ujar pria yang akrab disapa Abah oleh para santrinya itu.

“Yang selalu diperdebatakan kan adab dan etika berdakwah. Saya belum menemukan larangan kita secara syar’i berdakwah seperti itu, toh juga banyak auliya yang berdakwah di tempat seperti itu,” ujar dia.

Ia hanya ingin menyampaikan, bahwa di tempat yang dianggap tak lazim itu ternyata banyak yang menerima dan mengucapkan selawat.
“Saya mau ngatakan anak cafe saja masih mau seperti itu, masak di luar gak,” imbuh Gus Miftah.(*/dw)

LEAVE A REPLY