Bupati Mustafa Gelar Sayembara Sekolah Terbaik Berhadiah Rp 300 Juta

0
615
Bupati Lampung Tengah Mustafa di peringatan hut PGRI

RUBRIK, LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah Mustafa mencanangkan sayembara sekolah “Greenschool”. Program itu dilakukan guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang baik dalam dunia pendidikan di kabupaten tersebut.

Pernyataan itu bupati sampaikan dalam rangka perayaan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-71 di Nuwo Balak Sesat Agung, Kamis (15/12/2016). Greenschool lanjutnya untuk menciptakan dunia pendidikan yang bersih, nyaman, dan hijau.

“Saya ingin menjadikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga sumber inspirasi bagi siswa. Untuk itu harus diciptakan suasana yang benar-benar nyaman, bersih dan representative. Dengan Greenschool kita mau siswa menjadikan sekolah sebagi rumah keduanya.

Pemkab Lampung Tengah juga ujarnya, akan menganggarkan Rp 300 juta sebagai penghargaan untuk sekolah-sekolah terbaik yang memenangkan sayembara tersebut. Kriteria penilaian mencakup sekolah terbaik, terbersih dan terhijau.

Dengan program Greenschool, diharapkan para tenaga pendidik dan murid didik terpacu menjadikan sekolahnya unggul secara fisik maupun prestasi. Menurutnya, lingkungan sekolah dan semua yang ada di dalamnya harus menjadi sumber inspirasi.

“Mari bersama kita ciptakan atmosfir yang baik di lingkungan sekolah, sehingga akan lahir generasi-generasi hebat di berbagai bidang. Sekolah harus benar-benar sebagai pusat pendidikan dan lepas dari berbagai hal yang tidak baik,” harap bupati.

Masih pada peringatan yang sama, Mustafa juga menjanjikan peningkatan gaji guru honorer menjadi dua kali lipat dari sebelumnya yakni Rp 600 ribu dan mulai 2017 menjadi Rp 1,2 juta.

Terkait sertifikasi, Mustafa menginstruksikan untuk segera dibayarkan dan bersih dari potongan apapun. Oknum yang terbukti melakukan pemotongan dirinya memastikan akan melakukan tindakan tegas.”Harus diserahkan (sertifikasi) tanpa ada semua jenis potongan,” ingatnya.

Selain itu, Mustafa meminta guru menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat. Selain itu diharapkan dapat mewujudkan pendidikan berkualitas yang melahirkan generasi-generasi cerdas dan berdaya saing.

Sementara Ketua PGRI Lampung Tengah, Sarjito, menjelaskan, ada sekitar delapan ribu guru honorer di kabupaten itu. Dirinya berharap bersamaan denga momentum hari jadi PGRI ke-71 perhatian pemerintah pada oraganisasi itu terus ditingkatkan.

“Pemkab Lamteng Sejauh ini perhatiannya sudah sangat baik ke guru honorer. Namun saya tetap berharap pemerintah bisa memberikan gaji pada guru sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK) sehingga kesejahteraan dapat dirasakan semua komponen pengajar,” ujar Sarjito.(ddy)

LEAVE A REPLY