BNN Jateng Amankan Remaja Pelaku Tren ‘Fly’ Pembalut Wanita

0
60
Berita Lampung, Media Lampung, Portal Online Lampung, LamoungNews
Ilustrasi :Gbr:Istimewa

RUBRIK, NASIONAL – Perilaku menyimpang remaja Indonesia semakin menjadi dan melenceng, baru ini didapati adanya aksi meminun air rebusan pembalut wanita.

Menindaklanjuti dari informasi masyarakat, Badan Narkotika Nasional menemukan beberapa remaja Jawa Tengah yang melakukan tren fly dengan air rebusan tersebut.
Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, diketahui hal tersebut dilakukan karena sulit dan mahalnya mendapatkan narkoba jenis sabu.

Disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng Ajun Komisaris Besar Suprinarto yang mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang baru, bahkan tidak hanya di Jawa Tengah saja namun juga sudah beredar ke luar Jawa Tengah.

“Sebenarnya ini bukan cara baru, di luar Jateng sudah beredar. Nah kalau di sini kami dapat dari informasi masyarakat yang kemudian kami telurusi. Kebanyakan terjadi di daerah Pantura pinggiran seperti Demak, Kudus, Pati dan Rembang,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng Ajun Komisaris Besar Suprinarto, Rabu (7/11).

Hasil penelusuran, tim BNN menemukan bahwa pembalut yang dipakai adalah pembalut lama di tempat-tempat pembuangan sampah namun sekarang memakai yang baru dengan alasan lebih bersih.
Kebanyakan juga pelakunya adalah anak-anak dan remaja jalanan yang selama ini biasa fly dengan menghirup lem, minum obat batuk cair dan pil koplo.

“Kebanyakan mereka itu anak-anak dan remaja jalanan yang biasa ngelem, ngomix dan ngoplo. Diduga Karena sekarang sabu mahal dan susah, lem pun juga harganya naik, dan pil koplo juga susah didapat, mereka ini beralih ke pembalut. Awalnya pembalut bekas yang di tempat sampah, tapi sekarang ke yang baru karena bersih,” kata Suprinarto.

Atas kasus tren yang menyimpang di kalangan remaja dan anak anak tersebut pihak BNN tidak bisa memberikan tindakan hukum lantaran objek yang digunakan merupakan barang legal. Sebagai gantinya, pihak BNNP akan memberikan edukasi kepada pelaku bahwa perilaku mereka menyimpang yang dapat merugikan kesehatan.

“Kami tidak bisa menindak mereka, tindakan hukum tidak bisa karena barang yang digunakan legal dan. bukan narkotika atau psikotropika. Langkah kami yang bisa ya memberikan edukasi kepada mereka bahwa itu perilaku menyimpang yang merugikan kesehatan,” ucap Supri.(*)

LEAVE A REPLY