Akun Facebook Pecinta Sesama Jenis Viral di Garut

0
174
Portal Online Lampung, Pecinta sesama jenis, Berita Garut, Portal Lampung
Ilustrasi gambar penyuka sesama jenis.Sumber : antvklik.com

RUBRIKMEDIA. Baru-baru ini Garut Dihebohkan dengan Akun Facebook Penyuka Sesama Jenis beranggotakan Siswa SMP dan SMA.

Kemunculan grup facebook yang berisikan siswa SMP dan SMA penyuka sesama jenis membuat heboh warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Garut, Rahayu mengatakan bahwa akun facebook penyuka sesama jenia dengan jumlah anggota mencapai 1000 tersebut ditemukan pertama kali oleh lembaganya daru grup media sosial pada Jumat, 5 Oktober 2018.

“Bukan hanya kaget, tapi juga sangat prihatin sekaligus miris,” ujar Rahayu, Minggu (7/10).

Melansir Merdeka.com, Viral nya akun facebook pecinta sesama jenis tersebut tersebar luas sangat cepat melalui akun chating Whatsapp. Hal itupun menuai beragam ungkapan penyesalan dan keprihatinan langsung muncul.
Bahkan setelah dilakukan penelusuran masuk ke dalam akun ‘Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut’ itu, ditemukan tiga grup penyuka sesama jenis yang beredar. Pertama dikhususkan untuk anak sekolah SMP dan SMA.

“Sedangkan dua grup lain untuk beberapa wilayah kecamatan,” ujar dia.
Terkait temuan tersebut, Rahayu mengaku akan melapor ke Polres Garut karena membahayakan generasi muda.

“Pemerintah harus berikan tindakan hukum kepada pembuat grup dan para pelaku agar jera,” pinta dia.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Garut Education Watch (GEW), Sony Mulyadi Supriadi. Menurutnya, kemunculan ini harus segera mendapat perhatian serius dari semua pihak terutama pemerintah daerah.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama dan semua harus turun tangan untuk mengatasinya,” kata dia.
Ia mengatakan, kemunculan akun penyuka jenis itu menunjukkan lemahnya pengawasan semua pihak atas gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Meskipun mayoritas anggotanya terdiri dari pelajar SMP dan SMA, bukan berarti tanggung jawab hanya dipikul sekolah dan dinas pendidikan.

“Semua elemen yang ada, mulai ulama/tokoh agama, aparat penegak hukum dan juga masyarakat, harus turun langsung (mengatasi),” katanya.
Namun khusus lembaga pendidikan terutama sekolah, lembaganya meminta peranan guru Bimbingan Konseling (BK) lebih aktif mengawasi dan memberikan bimbingan siswa didiknya.

“Yang jelas sangat prihatin, bahkan dari informasi yang kami peroleh, jumlah anggotanya sudah mencapai 1.200 orang,” ungkap dia.

Saat ini, kasus adanya akun Facebook penyuka sesama jenia tersebut dalam tahap penhelidikan Kepolisian Garut. Hal itu disampaikan Kapolres AKBP Budi Satria Wiguna yang saat itu menerima informasi adanya grup penyuka sesama jenis melalui akun Facebook.(*/dw)

LEAVE A REPLY