5 Tahun Aliran Eyang Sungkono 101 Sudah Exist di Lamtim

0
3920

RUBRIK, LAMPUNG TIMUR – Aliran Kepercayaan Eyang Sungkono 101 ternyata sudah sekitar lima tahun di bercokol di Kabupaten  Lampung Timur (Lamtim). Eyang bahkan sudah merekrut banyak pengikut di Lamtim.

Agus Sucipto, salah satu anak yang orangtuanya mengikuti aliran Eyang Sungkono 101 menceritakan bagaimana orangtuanya dan sanak saudaranya satu persatu masuk ke aliran tersebut. Meski tidak begitu dipahaminya lebih jauh, mengingat dirinya sangat menentang orangtuanya ikut aliran tersebut, sehingga dirinya memilih untuk tinggal berjauhan dari keluarganya.

Ia menceritakan awalnya ada pengurus Yayasan Amanah 101, dengan iming-iming pimpinan yayasan tersebut memiliki harta Soekarno yang akan dibagi kepada pengikutnya. Namun pengikutnya diminta untuk menyetor lebih dulu dana sebesar Rp 1 juta yang klaimnya akan diganti dengan Rp 1 Miliar.

“Ajarannya sangat sesat Mas, karena Eyang Sungkono tersebut menganggap bahwa dirinya adalah Tuhan, karena apa yang menjadi musibah dan apa yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Eyang Sungkono tersebut,”jelasnya.

Agus juga mengaku melihat kejanggalan lainnya yakni Eyang Sungkono pun mewajibkan kepada pengikutnya tidak mandi selama 3 tahun. Tujuannya agar menjadi kekekalan atau keabadian. Kejanggalan lainnya, Eyang mengajarkan salam bukan lagi “Assallamualaikum” yang diucapkan namun melainkan “Suarga Selawase”.

Dia menambahkan, yang menjadi sasaran dalam perekrutannya yakni orang yang tingkat agamanya masih rendah, sehingga sangat mudah untuk dipengaruhi untuk bergabung dalam aliran tersebut.

Sementara itu, Maisem, istri dari Tarsip yang merupakan ibu dari Agus Sucipto mengakui bahwa dirinya dan suaminya memang sudah lama mengikuti aliran Eyang Sungkono tersebut, namun dirinya tidak terlalu paham karena mengingat umurnya yang sudah renta, sehingga sangat sulit diajak komunikasi.

“Saya, dan suami saya bahkan anak saya Katio sudah lama ikut aliran Eyang, tapi kalau pengen lebih paham tanya anak saya saja Katio, dia lebih paham,”terangnya.

Dijelaskan Randy yang merupakan cucu dari Tarsip dan Maisem menuturkan bahwa kakek dan neneknya tersebut selama ini memang sudah lama tidak pernah menjalankan sholat, semenjak mengikuti aliran tersebut.

“Saya tidak pernah lihat mbah saya menjalankan sholat lagi, setelah ikut aliran nggak jelas itu,”ujarnya.

Terpisah Kepala Kesatuan Bangsa, Politik, dan Lindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Lamtim Amriadi saat dihubungi melalui sambungan telepon menuturkan bahwa aliran tersebut merupakan bukan suatu organisasi masyarakat (ormas) sehingga sampai saat ini organisasi tersebut tidak terdaftar di Kesbangpolinmas.

“Aliran itu tidak termasuk Ormas, jadi tidak terdaftar di kantor kami, namun nantinya kami akan coba kordinasi dengan Kementerian Agama Lamtim bagaimana langkah yang akan kita ambil,”pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY